
Jakarta – Hubungan antara PDIP dan KPK kini semakin memanas. Konflik ini dipicu oleh penyitaan ponsel milik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh penyidik KPK, yang terjadi saat Hasto diperiksa sebagai saksi dalam kasus Harun Masiku.
Pada Senin (10/6), tim penyidik KPK menyita ponsel dan buku catatan milik Hasto serta ponsel stafnya, Kusnadi. Langkah ini membuat PDIP marah, menuding tindakan KPK cacat hukum, dan melakukan berbagai upaya hukum.
Baca Juga : Megawati Pimpin Sumpah Jabatan Pengurus DPP PDIP yang Diperpanjang hingga 2025
PDIP Melapor ke Dewas KPK dan Menggugat ke PN
Tim hukum dari Kusnadi melaporkan penyidik KPK ke Dewas KPK sehari setelah penyitaan dilakukan. Pengacara Kusnadi, Ronny Talapessy, menyatakan bahwa penyitaan ponsel dari tangan Kusnadi tidak benar dan dipaksakan.
“Hari ini kami melaporkan atas nama Pak Kusnadi karena beliau yang mengalami langsung tindakan penyidik yang memaksa melakukan penggeledahan dan penyitaan,” ungkap Ronny di gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Selasa (11/6).
Pada awal bulan ini, tim hukum PDIP kembali mengambil langkah hukum dengan menggugat penyidik KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas penyitaan buku catatan milik Hasto. PDIP menegaskan bahwa buku tersebut adalah buku partai yang tidak terkait dengan kasus Harun Masiku.
“Kami menggugat AKBP Rossa Purbo Bekti dan kawan-kawannya atas perbuatan melawan hukum,” kata Ronny Talapessy di PN Jakarta Selatan, Senin (1/7).
Ronny menjelaskan bahwa buku partai yang disita KPK memuat strategi PDIP dalam Pilkada 2024 dan berkaitan dengan marwah dan kedaulatan partai. Oleh karena itu, pihaknya keberatan dengan penyitaan tersebut.
“Buku partai yang dirampas itu terkait strategi politik PDIP dalam pemenangan Pilkada yang akan datang, dan juga terkait dengan marwah dan kedaulatan partai. Kami keberatan jika buku tersebut diambil,” jelas Ronny.
Tanggapan KPK
Menanggapi langkah hukum yang diambil oleh PDIP, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyatakan keyakinannya bahwa penyidik KPK bekerja secara profesional dalam melakukan penyitaan.
“Kami meyakini penyidik kami profesional dalam bertugas,” kata Tessa saat dihubungi, Senin (1/7).
Kesimpulan
Konflik antara PDIP dan KPK ini menunjukkan dinamika yang kompleks dan penuh intrik dalam proses hukum yang melibatkan tokoh penting partai politik. Bagaimana akhir dari perseteruan ini? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.







1 Comment
I’m curious to find out what blog platform you are utilizing? I’m having some small security problems with my latest website and I’d like to find something more secure. Do you have any solutions?