38°C
March 22, 2025
Trending

Jokowi Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama Korea Selatan di Indonesia, Tanda Komitmen Menjadi Pemain Global

  • July 3, 2024
  • 2 min read
  • 10 Views
Jokowi Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama Korea Selatan di Indonesia, Tanda Komitmen Menjadi Pemain Global

Jokowi Resmikan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama Korea Selatan di Indonesia, Tanda Komitmen Menjadi Pemain Global

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik pertama Korea Selatan di Indonesia, menandai langkah besar dalam komitmen Indonesia untuk menjadi pemain global dalam ekosistem baterai dan kendaraan listrik. Upacara peresmian ini berlangsung di kawasan pabrik di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (3/7/2024).

Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun selama ini hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. “Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, tapi berpuluh-puluh tahun hanya kita ekspor dalam bentuk bahan mentah, tidak memiliki nilai tambah, sementara material semakin hari semakin habis,” ujarnya.

Dengan berdirinya pabrik ini, Jokowi berharap Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam rantai pasok global kendaraan listrik. “Dengan dibangunnya smelter dan pabrik baterai sel kendaraan listrik, kita akan menjadi pemain global yang penting dalam global supply chain untuk kendaraan listrik,” ucapnya penuh optimisme.

Pabrik sel baterai ini dioperasikan oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, yang merupakan perusahaan joint venture antara Hyundai Motor Company, LG Energy Solution, dan PT Indonesia Battery Corporation (IBC). Pabrik ini berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dan telah memulai produksi komersial baterai kendaraan listrik pada April 2024. Groundbreaking pabrik ini dilakukan pada September 2021 lalu.

Beberapa pejabat penting turut hadir dalam peresmian ini, termasuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Perdagangan Republik Korea Inkyo Cheong. Dari pihak Hyundai, hadir Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung.

Investasi PT HLI Green Power merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Investasi/BKPM dan konsorsium Hyundai, LG, dan IBC pada 28 Juli 2021. Pada September 2023, Jokowi sempat mengunjungi PT HLI Green Power untuk meninjau langsung proses dan hasil produksi sel baterai kendaraan listrik.

Pada fase pertama, PT HLI menyerap investasi sebesar USD 1,1 miliar dan memiliki kapasitas produksi sebesar 10 gigawatt/hour (GWh), terdiri dari 32,6 juta sel baterai yang dapat menghasilkan sekitar 150.000 kendaraan listrik. Pada fase kedua, yang diharapkan selesai pada tahun 2025, PT HLI berencana meningkatkan kapasitas produksi menjadi 20 GWh.

Dengan berdirinya pabrik ini, Indonesia bukan hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk meningkatkan nilai tambah dan menjadi bagian penting dalam industri global yang berkelanjutan.

About Author

Wisesa News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *