
Seorang ibu muda berinisial R (22) mengalami mimpi buruk yang nyata ketika dia dijebak oleh seseorang yang dikenalnya melalui Facebook. Demi uang Rp 15 juta, R dipaksa melakukan tindakan keji terhadap anak kandungnya yang berusia 5 tahun di Pondok Aren, Tangerang Selatan.
“Pelaku menjanjikan uang sebesar Rp 15 juta kepada tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (3/6/2024).
Ancaman dan Penipuan di Balik Layar
Baca juga : Rahasia Jitu Sukses Besar Jualan Makanan Ringan
“Setelah mencoba menghubungi akun Facebook Icha Shakila, tersangka tidak bisa menghubungi akun tersebut dan uang yang dijanjikan tidak pernah diterima,” jelas Ade Ary.
Menyerahkan Diri Setelah Video Viral
Dihantui rasa bersalah dan tekanan publik, R akhirnya menyerahkan diri ke pihak berwajib. Saat ini, kasus ini sedang ditangani oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. R telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Hukuman Berat Menanti
R menghadapi tuntutan hukum yang berat, termasuk pelanggaran terhadap Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Proses hukum ini diharapkan bisa memberikan keadilan bagi korban dan mengingatkan masyarakat akan bahaya kejahatan siber.
“R dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 88 jo Pasal 76 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelas Ade Ary.
Pesan Penting untuk Masyarakat.
Baca juga : Strategi Membangun Brand Bisnis Kecil: Panduan Lengkap
Kasus ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan dalam berinteraksi di dunia maya. Media sosial dapat menjadi tempat yang berbahaya jika tidak digunakan dengan hati-hati. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang guna mencegah kejahatan serupa.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi semua orang.








